Pramugari memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan penumpang, namun ada satu kebiasaan yang selalu menimbulkan kekhawatiran: berjalan tanpa alas kaki ke toilet pesawat. Meskipun praktik ini sangat umum dilakukan, namun hal ini menimbulkan risiko kebersihan dan sangat tidak disarankan oleh staf maskapai penerbangan.
Bahaya Tak Terlihat dari Kunjungan Toilet Tanpa Alas Kaki
Pramugari dan profesional industri telah berulang kali menyuarakan ketidaknyamanan mereka terhadap penumpang yang memasuki toilet tanpa alas kaki atau hanya mengenakan kaus kaki. Kekhawatirannya bukan hanya soal estetika; ini tentang paparan terhadap kondisi yang tidak sehat. Hilary Clark, direktur layanan dalam penerbangan, mencatat bahwa pelatihan menekankan bahwa lantai toilet sering kali berisi lebih dari sekadar air.
Penelitian mengkonfirmasi hal ini: laporan TravelMath tahun 2015 menemukan bahwa tombol siram toilet pesawat menampung 265 unit pembentuk koloni (CFU) bakteri per inci persegi, melebihi 172 CFU yang ditemukan pada dudukan toilet rumah pada umumnya. Meskipun kuman-kuman ini tidak selalu berbahaya, selalu disarankan untuk meminimalkan paparannya.
Ilmu Pengetahuan di Balik Risiko
Para ahli penyakit menular memperkuat kekhawatiran ini. Dr Dahlia Philips menjelaskan bahwa toilet dengan lalu lintas tinggi menumpuk bakteri, virus, dan jamur. Patogen ini dapat masuk melalui luka atau lecet pada kaki telanjang. Kebersihan yang baik—termasuk menyiram dengan tutup tertutup untuk menghindari penyebaran “bulu toilet” (partikel mikroskopis yang berpotensi membawa virus seperti norovirus)—dapat lebih mengurangi risiko.
Tindakan Pencegahan Praktis untuk Perjalanan yang Lebih Aman
Para ahli merekomendasikan solusi sederhana: kenakan sandal, kenakan sepatu, atau setidaknya kenakan kaus kaki. Mencuci tangan dengan benar setelah menggunakan toilet juga penting. Dr Gonzalo Bearman menyarankan untuk menggunakan sarung dudukan toilet, menghindari menyentuh wajah, dan membersihkan tangan setelahnya.
Melampaui Kebersihan: Kesopanan Umum
Pramugari juga menekankan kesopanan dasar. Menjaga toilet tetap bersih, termasuk menyiram toilet, sangatlah penting. Elizabeth Regan menunjukkan bahwa banyak penumpang yang entah kenapa harus menunggu sampai naik ke pesawat untuk menggunakan kamar kecil, meskipun mereka memiliki akses ke fasilitas yang lebih bersih di terminal.
Toilet adalah ruang bersama; kebersihan dan rasa hormat terhadap sesama penumpang harus selalu menjadi prioritas utama.
Pada akhirnya, menjaga kebersihan dan kesopanan dasar selama perjalanan udara akan meningkatkan pengalaman bagi semua orang. Menghindari kunjungan ke toilet tanpa alas kaki adalah langkah sederhana menuju penerbangan yang lebih nyaman dan sehat.
