Munculnya mikrodrama—serial video vertikal berukuran kecil—tidak lagi menjadi tren khusus; ini adalah pasar yang berkembang pesat dan siap mencapai pendapatan tahunan $26 miliar pada tahun 2030. Cerita-cerita pendek ini, biasanya berdurasi 1–3 menit per episode, dirancang untuk pengguna seluler yang senang menggulir, memadukan kiasan sinetron dengan tempo yang membuat ketagihan dari TikTok dan Reels. Tapi siapa sebenarnya yang menonton?
Dari Asia ke Amerika Utara: Sebuah Fenomena Global
Microdrama pertama kali hadir di pasar Asia seperti Tiongkok dan India selama lockdown akibat COVID-19, dimana drama tersebut mengisi kekosongan hiburan yang mudah dicerna. Kini, platform seperti Holywater Tech, ReelShort, dan DramaBox menarik pemirsa di Amerika Utara dengan kecepatan yang semakin tinggi.
Pertumbuhan ini tidak luput dari perhatian investor: Kim Kardashian, Kris Jenner, dan salah satu pendiri Reddit Alexis Ohanian semuanya mendukung aplikasi mikrodrama baru Bill Block, GammaTime, yang menandakan semakin meningkatnya legitimasi format tersebut. Pertanyaannya bukan lagi apakah pasar ini akan bertahan, namun seberapa cepat pasar ini akan matang.
Pemirsa Inti: Wanita 25–45 Tahun, Namun Berkembang
Holywater Tech, pemain utama di bidang ini dengan lebih dari 85 juta pengguna, melaporkan bahwa demografi utamanya adalah wanita berusia 25–45 tahun. Namun, platform ini mengalami pertumbuhan di kalangan pemirsa pria, hal ini mencerminkan tren yang lebih luas di media digital.
Genre dengan kinerja terbaik termasuk roman olahraga, thriller, romantasi (romansa fantasi), dan serial LGBTQ+. Hal ini sejalan dengan tren media arus utama, di mana Persaingan Memanas dan novel fantasi mendominasi jumlah pembaca. Daya tarik genre ini terletak pada kemampuannya menyampaikan kepuasan emosional dan pelarian secara cepat, sangat cocok dengan format mikrodrama.
Gen Z & Pemirsa Hispanik Memimpin Pertumbuhan
Meskipun demografi perempuan berusia 25-45 tahun tetap menjadi faktor utama, pemirsa yang lebih muda menunjukkan minat yang lebih besar. Studi Hubs Research pada tahun 2024 menemukan bahwa 35% konsumen berusia 13–24 tahun menonton mikrodrama, dibandingkan dengan total 22% konsumen. Konsumen Hispanik juga sangat terlibat, dengan 41% melaporkan kebiasaan menonton.
Permintaan ini telah mendorong jaringan besar berbahasa Spanyol, seperti TelevisaUnivision dan Telemundo, untuk meluncurkan aplikasi mikrodrama seluler mereka sendiri pada tahun 2025, yang semakin memvalidasi daya tarik media tersebut.
Apakah Ini Hanya Iseng-iseng?
Meskipun ada skeptisisme, format mikrodrama terus mendapatkan daya tarik. Pertumbuhan pasar yang pesat, dikombinasikan dengan dukungan selebriti (seperti penampilan Dancing With The Stars pro Maksim Chmerkovskiy di Wild Silence), menunjukkan bahwa serial pendek ini bukan sekadar tren sementara. Sebaliknya, mereka mewakili perubahan dalam cara penonton mengonsumsi konten naratif, lebih mengutamakan kedekatan dan aksesibilitas dibandingkan penyampaian cerita tradisional berdurasi panjang.
Keberhasilan format mikrodrama bergantung pada kemampuannya beradaptasi, berinovasi, dan mempertahankan keterlibatan penonton. Seiring dengan semakin matangnya pasar, tantangannya adalah membuktikan daya tahannya melampaui ekspektasi awal.




























